Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Calon Ketua RT: Bebas Pajak, Bebas Korupsi!

Sabtu, 26 September 2026 | September 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-27T08:26:06Z

Saat itu saya sedang berkunjung ke rumah orang tua di Kelurahan Kademangan Kota Probolinggo, tanah kelahiran. Sejak baru menginjakkan kaki di rumah, Bapak menyambut saya dengan obrolan bertema politik. Beliau bercerita bahwa 2 hari lagi bakal digelar Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (Pilka-RT) di lingkungan RW I kelurahan ini. Wah, keren ini. Maklum Bapak saya kebetulan Ketua RT 03 incumbent dan rencananya mau nyalon lagi. Terlebih rival politiknya adalah mantan Ketua RT sebelumnya dan tampak memasang kuda-kuda permusuhan.

“Ah, santai kemawon pak, mpun ngoyo! (santai saja pak, jangan terlalu berambisi)” celetuk saya waktu itu. Tapi bagaimanapun saya tetap memotivasi beliau untuk optimis dan mengedepankan sikap santun. Soalnya saya khawatir Bapak bakal mengcopy paste kelakuan elit politik tingkat atas di negara kita. Seperti yang Anda tahu, bahwa calon-calon yang kalah dalam ajang pemilihan biasanya kurang legowo. Sulit untuk menerima kenyataan. Sehingga kantas memposisikan diri sebagai lawan terhadap pemimpin terpilih. Istilahnya sih oposisi, tapi kerjaannya ngorek kesalahan terus. Memobilasasi massa dan mengibatkan stabilitas politik tertanggu. Halah…

Nah… saat perjalanan pulang, secara tidak sengaja saya mendapati sebuah banner seukuran 1 x 0,5 m terpancang di sebuah pohon dekat perempatan jalan besar. Sebelumnya saya tidak mengindahkan, tapi karena sepintas saya melihat sosok yang saya kenal, akhirnya saya memacu motor berbalik arah. Sesampainya dekat pohon tersebut, saya terperanjat.

Ternyata banner itu berisi publikasi seorang Calon Ketua RT 4 RW I! Dia memampangkan foto diri yang narsis (seperti kebanyakan caleg pada Pemilu 2009 lalu), ada senyum tersungging di raut wajahnya. Di bagian atas tertulis senjata kampanyenya, “BEBAS PAJAK, BEBAS KORUPSI”. Di sisi tepi, tertulis nama sejumlah orang yang mensponsori (baca: mendanai).

Yang menarik, jargon kampanyenya sangat menjual! Siapa nih tink tank-nya? 🙂 Bayangkan, semua warga nantinya tidak akan dipungut pajak. Kalau di satu RT ada 50 KK dan rata-rata pajaknya Rp 30.000,- maka setidaknya sang Ketua RT nantinya harus merogoh kocek sebesar Rp 1.500.000,- Padahal tunjangannya tidak sampai segitu.

Tapi yang lebih menarik, makin modern aja nih kampungku. Weleh weleh… Nyalon Ketua RT aja pakai banner segala. Hahaha… [*]

×
Berita Terbaru Update